A, kotak kertas
Kertas adalah jenis bahan yang paling dikenal. “Kertas, bukan plastik” tentu saja menjadi solusi pertama yang dipikirkan orang. Menggunakan teknologi kertas sebagai pengganti plastik, yaitu menggunakan bubur kertas sebagai bahan baku, membentuk dan mengeringkan dalam cetakan untuk menghasilkan peralatan makan sekali pakai. Keunggulan: Peralatan makan yang dibuat dengan metode ini disebut sebagai "produk perlindungan lingkungan" karena tidak beracun, mudah didaur ulang, terbarukan, mudah terurai, dan keunggulan lainnya. Ini adalah teknologi alternatif yang baik dalam evaluasi komprehensif saat ini.
2, plastik biodegradable wadah makan siang ramah lingkungan
Bahan baku pembuatan kotak makan jenis ini adalah plastik degradable, yang disebut plastik degradable adalah dengan menambahkan sejumlah bahan tambahan dalam proses produksi plastik, seperti fotosensitizer, pati dan bahan baku lainnya. Kelebihan: Plastik biodegradable dapat terurai dari bentuk utuhnya menjadi beberapa bagian setelah digunakan dan dibiarkan terpapar ke alam selama tiga bulan, sehingga setidaknya secara visual memperbaiki lingkungan.

3, ampas tebu wadah bawa pulang ramah lingkungan
Teknologi ini berbahan dasar serat tumbuhan, seperti jerami, jerami, ampas tebu, dll. Setelah dihancurkan untuk mendapatkan bubuk serat, kemudian dicampur dengan lem atau resin dalam jumlah tertentu, kemudian disuntikkan ke dalam cetakan dengan tekanan tinggi dan suhu tinggi. Keunggulan: Produk yang dihasilkan dengan teknologi ini memiliki daya penguraian yang baik dan sumber bahan baku yang melimpah.
4, 100% dapat terurai secara hayati wadah makan siang ramah lingkungan
Kotak makanan biodegradable adalah produk perlindungan lingkungan yang relatif canggih. Dibutuhkan pati sebagai bahan baku utama, menambahkan bubuk serat tumbuhan tahunan dan bahan tambahan khusus, setelah metode kimia dan fisik untuk membuat kotak makanan cepat saji yang dapat terbiodegradasi.
Keuntungan: Karena pati adalah polimer alami yang dapat terbiodegradasi, pati terurai menjadi glukosa dan akhirnya menjadi air dan karbon dioksida di bawah pengaruh mikroorganisme. Selain itu, bahan yang dicampur dengannya juga dapat terurai sepenuhnya sehingga dapat dikatakan tidak berdampak terhadap lingkungan. Sumber utama pati mentah dapat berupa jagung, kentang, ubi jalar, singkong dan tanaman semusim lainnya.













